MITOS DIET MALAH MERUSAK DIET
![]() |
| Sumber : https://i2.wp.com.jpg |
Meningkatkan kesadaran akan hidup sehat membuat banyak
masyarakat yang ingin memiliki berat tubuh ideal. Salah satu untuk mencapainya
adalah menjalani diet. Banyak orang yang melakukan diet untuk menurunkan berat
badan namun terjebak pada mitos-mitos yang bahkan belum terbukti kebenarannya. Bukannya membantu menurunkan berat badan, informasi yang
salah itu bisa-bisa membuat bobot Anda bertambah. Mitos diet sering kali
digunakan untuk menasehati seseorang yang memiliki berat badan berlebih, namun tanpa
fakta yang mendukungnya. Banyak mitos yang terdengar di masyarakat terkait
dengan upaya menurunkan berat badan.
Berikut beberapa mitos dan faktanya :
Mitos pertama: Tidak
sarapan membantu menurunkan berat badan
![]() |
| Sumber : https://image-cdn.medkomtek.com.jpg |
Melewatkan sarapan banyak dianggap sebagai pola diet yang mampu
menurunkan berat badan karena melewatkan satu waktu makan. Padahal melewatkan
sarapan bisa membuat kamu merasa lelah dan lapar berat menjelang siang.
Rasa lapar ini justru akan membuat kamu lebih ingin memakan cemilan.
Beberapa kasus, banyak orang yang makan pada saat sarapan justru lebih
cenderung mempertahankan berat badan yang sehat daripada mereka yang tidak
sarapan.
Mitos kedua: Tidak makan
melebihi jam 8 malam
![]() |
| Sumber : https://cms.sehatq.com.jpg |
Banyak orang menganggap jika makan terlalu malam, atau hingga jam 8 malam akan menyebabkan kegemukan. Padahal tidak banyak penelitian yang membenarkan hal tersebut.
Memang sistem pencernaan akan lebih bekerja dengan baik apabila kamu
tidak makan banyak sebelum tidur. Namun, sekalipun kamu makan malam yang yang sedikit
terlambat tidak akan membuat kamu menjadi lebih gemuk.
Mitos ketiga: Mengurangi
karbohidrat mampu menurunkan berat badan
![]() |
| Sumber : https://asset-a.grid.id.jpg |
Tidak mengonsumsi karbohidrat dianggap menjadi bagian dari pola diet
yang baik. Padahal, tidak semua jenis karbohidrat itu
buruk. Karbohidrat memiliki dua bentuk, yaitu karbohidrat sederhana dan
karbohidrat kompleks.
Karbohidrat sederhana banyak ditemukan dalam makanan seperti kue dan
permen. Sedangkan karbohidrat kompleks banyak ditemukan dalam roti gandum,
kacang-kacangan, dan buah.
Karbohidrat sederhana minim akan vitamin dan nutrisi, sedangkan
karbohidrat kompleks memiliki banyak nutrisi yang baik untuk kamu. Kamu boleh
mengurangi karbohidrat sederhana, namun harus tetap mempertahankan asupan
karbohidrat kompleks pada menu diet.
Karbohidrat merupakan salah satu nutrisi utama dalam yang membantu
memberikan energi bagi tubuh. Ada tiga jenis utama karbohidrat yang ditemukan
dalam makanan: gula, pati, dan serat. Bagi orang dewasa sehat dianjurkan untuk
mengonsumsi karbohidrat sekitar 300-400 gram per hari.
Sedangkan saat menjalani diet, orang dewasa sehat dianjurkan untuk
mengurangi jumlah karbohidrat hingga setengahnya, yaitu sekitar 150-200 gram.
Mitos keempat: Percaya pada
makanan berlabel “rendah lemak”

Sumber : https://ds393qgzrxwzn.cloudfront.net.jpg
Fakta yang terjadi adalah banyak makanan atau minuman kemasan yang
dilabeli “rendah lemak” justru mengandung banyak gula, tepung, maupun garam
sebagai pengganti lemak yang dikurangi. Makanan dengan label seperti itu
memiliki lebih banyak kalori daripada makanan tanpa label tersebut.
Selalu perhatikan label nutrisi pada kemasan untuk melihat berapa banyak
kalori dalam satu porsi makanan atau minuman berlabel “rendah lemak tersebut”.
Mitos kelima: Percaya bahwa
puasa mampu menurunkan berat badan

Sumber : https://blue.kumparan.com.jpg
Banyak orang percaya bahwa puasa mampu menurunkan berat badan. Untuk jangka pendek mungkin iya. Namun untuk jangka panjang justru tidak direkomendasikan. Puasa dalam jangka panjang dengan komposisi nutrisi yang tidak teratur justru dapat menghilangkan lemak, massa otot dan jaringan tanpa lemak.
Hilangnya jaringan otot tanpa lemak menyebabkan penurunan tingkat
metabolisme basal pada tubuh kamu. Metabolisme basal sendiri adalah jumlah
kalori yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Puasa yang terlalu ekstrem juga dapat
membuat kamu lebih mudah merasa pusing atau lemah.
Mitos keenam: Percaya bahwa
minuman berlabel “rendah kalori” baik untuk menurunkan berat badan

Sumber : https://i2.wp.com/farmasetika.com.jpeg
Anggapan bahwa minuman dengan label “rendah kalori” mampu menurunkan
berat badan ternyata salah. Karena kebanyakan minuman seperti ini menggunakan
lebih banyak pemanis buatan dibandingkan gula alami.
Mitos ketujuh: sengaja
menahan lapar untuk menurunkan berat badan

Sumber : https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net.jpg
Sengaja menahan lapar sangat tidak baik bagi kondisi tubuh. Menahan
lapar dalam jangka panjang menyebabkan metabolisme tubuh terganggu dan membuat
tubuh kehilangan lebih banyak massa otot dibandingkan lemak.
Mitos
kedelapan: Hindari kopi saat diet

Sumber : https://assets-a1.kompasiana.com.jpeg
Anda tidak
harus menghindari kopi saat diet. Ini karena kopi memiliki kandungan
antioksidan yang dapat mencegah penyakit jantung, diabetes, dan penyakit
metabolik lain jika dikonsumsi sebanyak 2-3 cangkir sehari.
Yang
berbahaya bukanlah kopi, melainkan gula yang sering menjadi campurannya. Begitu
juga dengan kue atau camilan manis dan berlemak lainnya, yang kerap menjadi
teman ketika minum kopi.
Mitos
kesembilan: Penggunaan alat bantu untuk mengeluarkan keringat dapat turunkan
berat badan
![]() |
| Sumber : https://cdn.shopify.com.jpg |
Banyak
alat bantu untuk mengeluarkan keringat yang mengklaim dapat membantu menurunkan
berat badan. Padahal, keringat yang dikeluarkan karena alat tersebut adalah
cairan dari dalam tubuh, bukan akibat proses pembakaran lemak. Dengan kata
lain, penggunaan alat tersebut hanya mampu mengeluarkan cairan dari dalam
tubuh. Sedangkan lemak tetap pada tempatnya. Ini karena lemak hanya dapat
dibakar dengan aktivitas fisik seperti olahraga selama 30 menit per hari.
Mitos
kesepuluh: Banyak minum air putih efektif menurunkan berat badan

Sumber : https://statik.tempo.co.jpg
Minum air
putih dalam jumlah banyak tidak akan memengaruhi berat badan Anda secara
langsung. Hanya saja, jika mengonsumsi air putih lebih sering dan lebih banyak,
Anda akan merasa kenyang lebih lama.
Tapi
ingat, yang dikonsumsi adalah air putih yang mengandung 0 kalori. Bukan minuman
berasa lain, yang justru mengandung gula sederhana. Ini karena jenis minuman
tersebut bisa mendatangkan bahaya bila dikonsumsi secara berlebihan.
Setelah
mengetahui fakta di balik mitos diet di atas, diharapkan Anda
dapat lebih bijak dalam menanggapi segala informasi yang beredar. Jangan sampai
informasi yang didapatkan malah mendatangkan malapetaka untuk Anda.
"Berolahragalah
agar bugar, bukan kurus. Makan untuk menyehatkan tubuhmu dan selalu abaikan
para pembenci. Kamu lebih berharga dari yang kamu sadari."
Referensi :
https://vivahealth.co.id/article/detail/13423/mitos-diet-malah-merusak-diet





Tidak ada komentar:
Posting Komentar