Sabtu, 07 November 2020

MITOS DIET MALAH MERUSAK DIET

 MITOS DIET MALAH MERUSAK DIET

Sumber : https://i2.wp.com.jpg
 

Meningkatkan kesadaran akan hidup sehat membuat banyak masyarakat yang ingin memiliki berat tubuh ideal. Salah satu untuk mencapainya adalah menjalani diet. Banyak orang yang melakukan diet untuk menurunkan berat badan namun terjebak pada mitos-mitos yang bahkan belum terbukti kebenarannya. Bukannya membantu menurunkan berat badan, informasi yang salah itu bisa-bisa membuat bobot Anda bertambah. Mitos diet sering kali digunakan untuk menasehati seseorang yang memiliki berat badan berlebih, namun tanpa fakta yang mendukungnya. Banyak mitos yang terdengar di masyarakat terkait dengan upaya menurunkan berat badan.

Berikut beberapa mitos dan faktanya :

Mitos pertama: Tidak sarapan membantu menurunkan berat badan

Sumber : https://image-cdn.medkomtek.com.jpg

Melewatkan sarapan banyak dianggap sebagai pola diet yang mampu menurunkan berat badan karena melewatkan satu waktu makan. Padahal melewatkan sarapan bisa membuat kamu merasa lelah dan lapar berat menjelang siang.

Rasa lapar ini justru akan membuat kamu lebih ingin memakan cemilan. Beberapa kasus, banyak orang yang makan pada saat sarapan justru lebih cenderung mempertahankan berat badan yang sehat daripada mereka yang tidak sarapan.

Mitos kedua: Tidak makan melebihi jam 8 malam

Sumber : https://cms.sehatq.com.jpg

Banyak orang menganggap jika makan terlalu malam, atau hingga jam 8 malam akan menyebabkan kegemukan. Padahal tidak banyak penelitian yang membenarkan hal tersebut.

Memang sistem pencernaan akan lebih bekerja dengan baik apabila kamu tidak makan banyak sebelum tidur. Namun, sekalipun kamu makan malam yang yang sedikit terlambat tidak akan membuat kamu menjadi lebih gemuk.

Mitos ketiga: Mengurangi karbohidrat mampu menurunkan berat badan

Sumber : https://asset-a.grid.id.jpg

Tidak mengonsumsi karbohidrat dianggap menjadi bagian dari pola diet yang baik. Padahal, tidak semua jenis karbohidrat itu buruk. Karbohidrat memiliki dua bentuk, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

Karbohidrat sederhana banyak ditemukan dalam makanan seperti kue dan permen. Sedangkan karbohidrat kompleks banyak ditemukan dalam roti gandum, kacang-kacangan, dan buah.

Karbohidrat sederhana minim akan vitamin dan nutrisi, sedangkan karbohidrat kompleks memiliki banyak nutrisi yang baik untuk kamu. Kamu boleh mengurangi karbohidrat sederhana, namun harus tetap mempertahankan asupan karbohidrat kompleks pada menu diet.

Karbohidrat merupakan salah satu nutrisi utama dalam yang membantu memberikan energi bagi tubuh. Ada tiga jenis utama karbohidrat yang ditemukan dalam makanan: gula, pati, dan serat. Bagi orang dewasa sehat dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat sekitar 300-400 gram per hari.

Sedangkan saat menjalani diet, orang dewasa sehat dianjurkan untuk mengurangi jumlah karbohidrat hingga setengahnya, yaitu sekitar 150-200 gram.

Mitos keempat: Percaya pada makanan berlabel “rendah lemak”

Sumber : https://ds393qgzrxwzn.cloudfront.net.jpg

Fakta yang terjadi adalah banyak makanan atau minuman kemasan yang dilabeli “rendah lemak” justru mengandung banyak gula, tepung, maupun garam sebagai pengganti lemak yang dikurangi. Makanan dengan label seperti itu memiliki lebih banyak kalori daripada makanan tanpa label tersebut.

Selalu perhatikan label nutrisi pada kemasan untuk melihat berapa banyak kalori dalam satu porsi makanan atau minuman berlabel “rendah lemak tersebut”.

Mitos kelima: Percaya bahwa puasa mampu menurunkan berat badan

Sumber : https://blue.kumparan.com.jpg

Banyak orang percaya bahwa puasa mampu menurunkan berat badan. Untuk jangka pendek mungkin iya. Namun untuk jangka panjang justru tidak direkomendasikan. Puasa dalam jangka panjang dengan komposisi nutrisi yang tidak teratur justru dapat menghilangkan lemak, massa otot dan jaringan tanpa lemak.

Hilangnya jaringan otot tanpa lemak menyebabkan penurunan tingkat metabolisme basal pada tubuh kamu. Metabolisme basal sendiri adalah jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Puasa yang terlalu ekstrem juga dapat membuat kamu lebih mudah merasa pusing atau lemah.

Mitos keenam: Percaya bahwa minuman berlabel “rendah kalori” baik untuk menurunkan berat badan

Sumber : https://i2.wp.com/farmasetika.com.jpeg

Anggapan bahwa minuman dengan label “rendah kalori” mampu menurunkan berat badan ternyata salah. Karena kebanyakan minuman seperti ini menggunakan lebih banyak pemanis buatan dibandingkan gula alami.

Mitos ketujuh: sengaja menahan lapar untuk menurunkan berat badan

Sumber : https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net.jpg

Sengaja menahan lapar sangat tidak baik bagi kondisi tubuh. Menahan lapar dalam jangka panjang menyebabkan metabolisme tubuh terganggu dan membuat tubuh kehilangan lebih banyak massa otot dibandingkan lemak.

Mitos kedelapan: Hindari kopi saat diet

Sumber : https://assets-a1.kompasiana.com.jpeg

Anda tidak harus menghindari kopi saat diet. Ini karena kopi memiliki kandungan antioksidan yang dapat mencegah penyakit jantung, diabetes, dan penyakit metabolik lain jika dikonsumsi sebanyak 2-3 cangkir sehari.

Yang berbahaya bukanlah kopi, melainkan gula yang sering menjadi campurannya. Begitu juga dengan kue atau camilan manis dan berlemak lainnya, yang kerap menjadi teman ketika minum kopi.

Mitos kesembilan: Penggunaan alat bantu untuk mengeluarkan keringat dapat turunkan berat badan

Sumber : https://cdn.shopify.com.jpg

Banyak alat bantu untuk mengeluarkan keringat yang mengklaim dapat membantu menurunkan berat badan. Padahal, keringat yang dikeluarkan karena alat tersebut adalah cairan dari dalam tubuh, bukan akibat proses pembakaran lemak. Dengan kata lain, penggunaan alat tersebut hanya mampu mengeluarkan cairan dari dalam tubuh. Sedangkan lemak tetap pada tempatnya. Ini karena lemak hanya dapat dibakar dengan aktivitas fisik seperti olahraga selama 30 menit per hari.

Mitos kesepuluh: Banyak minum air putih efektif menurunkan berat badan

Sumber : https://statik.tempo.co.jpg

Minum air putih dalam jumlah banyak tidak akan memengaruhi berat badan Anda secara langsung. Hanya saja, jika mengonsumsi air putih lebih sering dan lebih banyak, Anda akan merasa kenyang lebih lama.

Tapi ingat, yang dikonsumsi adalah air putih yang mengandung 0 kalori. Bukan minuman berasa lain, yang justru mengandung gula sederhana. Ini karena jenis minuman tersebut bisa mendatangkan bahaya bila dikonsumsi secara berlebihan.

 

Setelah mengetahui fakta di balik mitos diet di atas, diharapkan Anda dapat lebih bijak dalam menanggapi segala informasi yang beredar. Jangan sampai informasi yang didapatkan malah mendatangkan malapetaka untuk Anda.

 

 

 "Berolahragalah agar bugar, bukan kurus. Makan untuk menyehatkan tubuhmu dan selalu abaikan para pembenci. Kamu lebih berharga dari yang kamu sadari."

 

Referensi :

https://vivahealth.co.id/article/detail/13423/mitos-diet-malah-merusak-diet

https://cantik.tempo.co/read/1269149/jangan-percaya-6-mitos-diet-ini-niatnya-kurus-malah-gemuk/full&view=ok

Rabu, 04 November 2020

Olahraga Rutin, kok Makin Gendut?

 

Olahraga Rutin, kok Makin Gendut?

 

Sumber : https://hellosehat.com.jpg

Sudah bukan lagi rahasia bahwa olahraga adalah cara jitu untuk menurunkan berat badan. Karena saat seseorang berolahraga, terjadi pembakaran lemak di dalam tubuh.

Namun jangan salah, aktivitas yang mengeluarkan keringat ini justru bisa membuat badan tambah gemuk. Loh?

  • Jika Anda merasa telah rajin berolahraga, seperti gym, atau bersepeda rutin namun berat badan tak kunjung turun.
  • Coba ingat-ingat, apakah durasi waktu olahraga Anda cukup, tidak kurang bahkan lebih?
  • Apa yang Anda lakukan setelah berolahraga? Makan? Makan seperti apa yang dikonsumsi?

Di sisi lain, para ahli menyarankan agar, berhati-hati saat berolahraga. Olahraga terlalu sering dapat menyebabkan kelelahan adrenal, yang meliputi gejala seperti pegal, sakit kepala dan kelelahan ekstrem. Saat gejala-gejala ini menyerang, semua waktu yang Anda habiskan untuk berolahraga malah menjadi bumerang.

Beberapa faktor yang menyebabkan olahraga rutin Anda malah berpotensi menaikan berat badan:

1.      Stres vs Berat Badan

Sumber : https://cdns.klimg.com/merdeka.com.jpg

Jangan berlebihan dalam berolahraga. Aktifitas fisik yang berlebihan ini dapat meningkatkan kadar hormon kortisol (hormone yang terbentuk jika mengalami stress). Peningkatan hormone kortisol dapat menyebabkan beberapa hal seperti:

  • Penambahan berat badan
  • Gangguan tidur
  • Peningkatan peradangan
  • Kelebihan lemak pada perut (termasuk pada orang kurus)
  • Kadar hormone kortisol yang meningkat akan mendorong timbulnya rasa lapar atau mengidam, sehingga peningkatan kortisol secara kronis dapat menyebabkan penambahan berat badan atau memperlambat penurunan berat badan.

2.      Pola Makan Tidak Sesuai

Sumber : https://static.republika.co.id.jpg

Sering mengkonsumsi makanan bergula dan berlemak tinggi seperti junk food, susu full cream, kentang goreng, ayam goreng tepung atau pasta dengan saus carbonara dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

3.      Mengemil Berlebihan

Sumber : http://www.harnas.co.jpg

Mengidam makanan atau memiliki keinginan nyemil yang tinggi dapat meningkatkan berat badan walaupun Anda giat berolahraga.

 

Berikut beberapa fakta dan tips olahraga berikut supaya berat badan impian segera menjadi nyata!  

1.      Harus seimbang

Sumber : https://biamdenatura.files.wordpress.com

Untuk menurunkan berat badan, biasanya olahraga yang dilakukan akan dikombinasikan dengan diet atau mengontrol asupan makanan. Namun ternyata hal itu tidakklah cukup. Karena kunci utama dalam menurunkan berat badan adalah harus seimbang.

Menurut seorang peneliti dan Mayo clinic, Michael Joyner, seimbang yang dimaksud adalah antara kalori yang masuk dan kalori yang keluar dari tubuh harus sama. Atau setidaknya kalori yang masuk tidak terlalu banyak berbeda. Misalnya kamu makan sekitar 1.200 kalori pada satu hari, artinya kamu juga harus berolahraga atau beraktivitas untuk membakar jumlah kalori yang sama.

2.      Jangan olahraga berlebihan

Sumber : https://hellosehat.com.jpg

Terlalu berlebihan dalam berolahraga malah bisa berdampak buruk bagi tubuh, lho. Bukannya menurunkan berat badan, olahraga terlalu keras bahkan hingga melewati batas kemampuan tubuh malah bisa mengacaukan hormon. Dampaknya tak sebatas kelelahan, tapi juga penurunan kinerja, dan penumpukan lemak di sekitar perut.

Untuk menghindarinya, kamu perlu untuk mengatur “porsi” olahraga harian. Bisa dengan cara memilih olahraga intensitas rendah dengan durasi yang panjang atau olahraga singkat namun memiliki intensitas yang tinggi.


3.     
Hindari stress

Sumber : https://hellosehat.com.jpg

Meski telah membatasi dan mengurangi porsi makan harian, nyatanya kamu masih bisa mengalami peningkatan berat badan. Hal tersebut terjadi karena peran dari hormon kortisol alias hormon stres. Ternyata, berolahraga terlalu keras dan diet ketat juga bisa menyebabkan stres, lho.

Saat seseorang mengalami stres, hormon yang ada di dalam tubuh pun menjadi kacau. Jika hal itu terjadi, artinya ada kemungkinan program penurunan berat badan akan berantakan. Produksi hormon kortisol yang berlebihan juga bisa memicu timbulnya rasa lapar. Hal ini membuat seseorang mencari makanan terutama makanan manis dan tinggi kalori untuk “menenangkan” diri.

 

Ada beberapa langkah dapat dilakukan untuk mencegah stress yang berkaitan dengan kenaikan berat badan:

  • Mengatur jadwal aktifitas fisik yang dilakukan
  • Memberikan waktu untuk tubuh beristirahat diantara jadwal berolahraga
  • Menambahkan jadwal yoga atau meditasi

4.      Kurang tidur

Sumber : https://hellosehat.com.jpg

Selain stres, kurang tidur juga dapat mengacaukan siklus hormon yang ada pada tubuh. Lagi-lagi perubahan hormon ini akan memicu rasa lapar dan membuat kamu sulit untuk berhenti makan. Alhasil, berat badan impian terasa semakin sulit saja untuk dicapai.

 

Selain itu, kurang tidur juga bisa membuat tubuh kekurangan energi untuk berolahraga. Akhirnya olahraga yang kamu lakukan menjadi tidak efektif dalam membakar lemak. Untuk menghindari hal ini, pastikan kamu memiliki tidur malam yang cukup dan berkualitas. Sehingga kamu pun memiliki energi yang cukup untuk berolahraga dan membakar lemak yang menumpuk di tubuh.

 

“Olahraga adalah raja dan gizi adalah ratu. Gabungkan keduanya dan anda akan mendapatkan sebuah kerajaan”

 

Referensi :

https://health.detik.com/diet/d-4373304/sudah-rutin-olahraga-tapi-masih-gemuk-juga-mungkin-ini-sebabnya

https://vivahealth.co.id/article/detail/13427/olahraga-rutin,-kok-tambah-gendut

 

Selasa, 03 November 2020

Ayo Cuci Tangan, agar Coronavirus Tidak Menyerang

Ayo Cuci Tangan, agar Coronavirus Tidak Menyerang

Sumber : https://i.ytimg.com.jpg

Akhir-akhir ini dunia dihebohkan dengan infeksi virus baru yang bernama Coronavirus. Banyak korban yang meninggal akibat virus ini karena gagal napas. Vaksin dan pengobatan yang spesifik belum ditemukan untuk mengobati infeksi virus ini.

Coronavirus atau “Coronavirus disease 2019” (COVID-19) merupakan sebuah virus baru yang menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan pada manusia dan dapat menular antar sesama manusia. Virus ini ditemukan pertama kali pada sebuah tempat di Cina bernama Wuhan. Hingga 22 Maret 2020, terdapat 292.142 kasus terkonfirmasi dari berbagai negara, termasuk Cina, Singapura, Malaysia, Jepang, Vietnam, Australia hingga Perancis, Amerika Serikat dan Indonesia

Virus ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan, misalnya ketika berada di ruang tertutup yang ramai dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau kontak langsung dengan droplet.

Tingkat Kematian Akibat Virus Corona (COVID-19)

Sumber : https://cdn-2.tstatic.net/mataram
/foto/bank/images/ilustrasi-virus-hiv.jpg

Virus Corona yang menyebabkan COVID-19 bisa menyerang siapa saja. Menurut data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Republik Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga 30 Oktober 2020 adalah 404.048 orang dengan jumlah kematian 13.701 orang. Tingkat kematian (case fatality rate) akibat COVID-19 adalah sekitar 3,4%.

Jika dilihat dari persentase angka kematian yang di bagi menurut golongan usia, maka kelompok usia di atas 60 tahun memiliki persentase angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan golongan usia lainnya.

Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, 58,5% penderita yang meninggal akibat COVID-19 adalah laki-laki dan 41,5% sisanya adalah perempuan.


Gejala Virus Corona (COVID-19)

Sumber : https://cdn-asset.jawapos.com.jpg

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.

Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

  • Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)
  • Batuk kering
  • Sesak napas

Ada beberapa gejala lain yang juga bisa muncul pada infeksi virus Corona meskipun lebih jarang, yaitu:

  • Diare
  • Sakit kepala
  • Konjungtivitis
  • Hilangnya kemampuan mengecap rasa atau mencium bau
  • Ruam di kulit

Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona. Sebagian pasien yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun. Kondisi ini disebut happy hypoxia.

Guna memastikan apakah gejala-gejala tersebut merupakan gejala dari virus Corona, diperlukan rapid test atau PCR.

Kapan harus ke dokter
Sumber : https://showme.co.za.jpeg

Segera lakukan isolasi mandiri bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang telah disebutkan di atas, terutama jika dalam 2 minggu terakhir Anda berada di daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau kontak dengan penderita COVID-19. Setelah itu, hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.

Bila Anda mungkin terpapar virus Corona tapi tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.

Penyebab Virus Corona (COVID-19)

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit tertentuperokok, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, misalnya pada penderita kanker.

Karena mudah menular, virus Corona juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, para tenaga medis dan orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri (APD).

Diagnosis Virus Corona (COVID-19)

Sumber : https://image-cdn.medkomtek.com.jpg

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien ada kontak dengan orang yang menderita atau diduga menderita COVID-19.

Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  • Rapid test untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona
  • Swab test atau tes PCR (polymerase chain reaction) untuk mendeteksi virus Corona di dalam dahak
  • CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Hasil rapid test COVID-19 positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah terinfeksi virus Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain. Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 negatif belum tentu menandakan bahwa Anda mutlak terbebas dari virus Corona.

Pengobatan Virus Corona (COVID-19)

Sumber : https://static.republika.co.id.jpg

Belum ada obat yang benar-benar efektif untuk mengatasi infeksi virus Corona atau COVID-19. Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahannya. Beberapa pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala akan di sarankan untuk melakukan protokol isolasi mandiri di rumah sambil tetap melakukan langkah pencegahan penyebaran infeksi virus Corona.

Selain itu, dokter juga bisa memberikan beberapa beberapa langkah untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus corona, yaitu:

  • Merujuk penderita COVID-19 yang berat untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit rujukan
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Komplikasi Virus Corona (COVID-19)

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini:

  • Pneumonia (infeksi paru-paru)
  • Infeksi sekunder pada organ lain
  • Gagal ginjal
  • Acute cardiac injury
  • Acute respiratory distress syndrome
  • Kematian

Pencegahan Virus Corona (COVID-19)

Sumber : https://cdn2.tstatic.net.jpg

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

·         Rutin mencuci tangan 6 benar dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum. Mencuci tangan mungkin terlihat mudah dan sering diremehkan hingga dilupakan. Namun tahukah Anda bahwa mencuci tangan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam dunia medis.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk kita perlu mencuci tangan?

  1. Sebelum, saat, dan sesudah menyiapkan makanan.
  2. Sebelum dan setelah makan.
  3. Sebelum menyusui bayi.
  4. Sebelum dan setelah mengasuh seseorang yang sakit di rumah.
  5. Setelah buang air.
  6. Setelah batuk atau bersin.
  7. Setelah menyentuh sampah.
  8. Setelah beraktivitas seperti mengetik, menyentuh uang, hewan atau binatang, berkebun. 
Langkah-langkah yang tepat untuk mencuci tangan dengan benar :
  1. Gosok Kedua Telapak Tangan.Gosok kedua telapak tangan dengan cara menempelkan telapak tangan satu dengan yang lainnya.Pastikan menggosok telapak tangan hingga sabun yang dituangkan sebelumnya nampak berbusa.
  2. Gosok Punggung Tangan. Gosoklah punggung tangan secara bergantian. Gunakan telapak tangan kanan untuk menggosok punggung tangan kiri dan sebaliknya.
  3. Gosok Sela-Sela Jari. Langkah berikutnya dengan menggosok sela-sela jari kedua tangan. Caranya, silangkan jari-jari tangan antara jari-jari tangan kiri dengan jari-jari tangan kanan.
  4. Gosok Bagian Dalam Jari. Menggosok bagian dalam jari dapat dilakukan dengan mengunci jari-jari sisi dalam dari kedua tangan.
  5. Bersihkan Ibu Jari. Selanjutnya bersihkan ibu jari dengan cara menggosok ibu jari tangan kiri berputar dalam genggaman tangan kanan, dan lakukanlah sebaliknya untuk ibu jari tangan kanan.
  6. Bersihkan Kuku-Kuku. Langkah terakhir, bersihkan kuku-kuku jari dengan cara menguncupkan ujung-ujung jari hingga bertemu kemudian putar pada telapak tangan yang lainnya. Lakukan cara ini secara bergantian.

Setelah selesai, bilas kedua tangan pada air yang mengalir hingga busa-busanya menghilang. Kemudian keringkan dengan handuk atau lap yang bersih. 6 langkah cuci tangan ini juga berlaku saat menggunakan hand sanitizer.

  • Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan dan mengikuti ibadah di hari raya, misalnya Idul Adha.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, beristirahat yang cukup, dan mencegah stres.
  • Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 (termasuk kategori suspek dan probable) yang sebelumnya disebut sebagai ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar tidak menularkan virus Corona ke orang lain, yaitu:

  • Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput.
  • Larang orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

Kondisi-kondisi yang memerlukan penanganan langsung oleh dokter di rumah sakit, seperti melahirkanoperasi, cuci darah, atau vaksinasi anak, perlu ditangani secara berbeda dengan beberapa penyesuaian selama pandemi COVID-19. Tujuannya adalah untuk mencegah penularan virus Corona selama Anda berada di rumah sakit. Konsultasikan dengan dokter mengenai tindakan terbaik yang perlu dilakukan.

 

 Tetaplah dirumah saja untuk mencegah penyebaran COVID-19


 Referensi              :

https://www.diskes.baliprov.go.id/ayo-kita-lakukan-cuci-tangan-pakai-sabun-ctps-sebagai-salah-satu-upaya-pencegahan-covid19/

https://www.klikdokter.com/penyakit/coronavirus


Postingan Lain