Senin, 02 November 2020

Jenis Nyamuk dan Bahayanya bagi Kesehatan

 Jenis Nyamuk dan Bahayanya bagi Kesehatan

Foto : mosquito-nextnature-net


Hujan yang turun hampir setiap hari membuat udara menjadi lebih sejuk dan nyaman. Tidur pun rasanya jadi lebih nikmat. Tapi tanpa disadari ada sebuah ancaman yang datang seiring dimulainya musim hujan yaitu nyamuk.

Memang benar populasi nyamuk terasa lebih banyak dan lebih beringas di musim kemarau. Tapi tahukah Anda kalau nyamuk sebenarnya lebih banyak bertelur di musim hujan. Hal ini disebabkan karena tempat berkembang biak dan pertumbuhan larva nyamuk, yaitu genangan air, lebih banyak tersedia di musim hujan.

Meski ukurannya sangat kecil, nyamuk adalah salah satu binatang yang paling berbahaya di dunia karena mampu membawa berbagai jenis penyakit mematikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa pada 2015, total korban meninggal dunia akibat penyakit malaria saja mencapai 438 ribu jiwa.Belum lagi, wabah penyakit lain yang berhubungan dengan nyamuk Aedes aegypti, seperti demam berdarah dengue, zika, dan chikungunya. Ironisnya, banyak dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini terjadi di Indonesia.

Jenis nyamuk dan bahayanya

Perlu diingat bahwa Indonesia merupakan negara tropis, sehingga hewan seperti nyamuk gemar hidup di wilayah ini (nyamuk suka tinggal dan berkembang biak di hawa panas). Tak cuma bikin kulit bentol atau gatal, gigitannya pun mampu membuat manusia jatuh sakit. 

Beberapa jenis nyamuk dan penyebab penyakit di Indonesia, antara lain:

1. Aedes aegypti (Nyamuk DBD)

Foto : By-Surapol-Usanakul-Shutterstock

Jenis nyamuk yang satu ini tentu sudah tak asing lagi didengar. Aedes aegypti merupakan nyamuk yang dapat menularkan penyakit demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, demam Zika, dan demam kuningNyamuk yang menggigit dan menghisap darah kita hanyalah nyamuk betina. Mereka melakukan itu untuk mematangkan telurnya. Jenis nyamuk ini umumnya akan mencari makan pada saat sore atau malam hari, di dalam ruangan, atau di area yang pencahayaannya kurang (remang dan gelap). Nyamuk Aedes aegypti bertelur dan suka berada di lingkungan lembap, seperti tempat penampungan air, vas bunga, ember, dan lain sebagainya. Telur nyamuk ini bertahan hingga 1 tahun lamanya tanpa air. Ketika ada cukup air, maka telur dapat berkembang menjadi larva, kemudian menjadi nyamuk dewasa. 

2. Anopheles (Nyamuk Malaria)

Foto : https://faktualnews.co/images. jpg

Nyamuk Anopheles dikenal sebagai jenis nyamuk yang dapat menularkan penyakit malaria. Tubuh nyamuk anopheles berwarna cokelat gelap dan ada pula yang hitam. Jenis nyamuk ini dapat membawa parasit Plasmodium penyebab malaria. Di dalam tubuh manusia, parasit itu tumbuh dan berkembang biak pada sel hati dan sel darah merah. Sebenarnya, ada lebih dari 430 jenis nyamuk AnophelesNamun, hanya 30-40 jenis nyamuk saja yang dapat menularkan parasit malaria.

3. Culex quinquefasciatus (Nyamuk Air Kotor)

Foto :shutterstock

Ukuran jenis nyamuk dewasa Culex quinquefasciatus sekitar 3.96 hingga 4.25 mm dengan warna coklat. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Culex adalah filariasiswest Nile fever, dan demam Zika. Jenis nyamuk ini dapat berkembak biak di air yang kotor, seperti selokan, septic tank, dan kubangan air. Siklus hidup nyamuk Culex berlangsung selama 7 hari, mulai dari telur, larva, pupa, hingga jadi nyamuk dewasa. Jenis nyamuk ini termasuk nyamuk nokturnal atau beraktivitas di malam hari. Nyamuk tersebut umumnya akan menggigit manusia sekitar pukul 20.00 hingga 02.00.

4. Aedes albopictus (Nyamuk Hutan/Nyamuk Macan)

Foto : shutterstock

Jenis nyamuk Aedes albopictus atau Stegomyia albopicta punya genus sama dengan nyamuk DBD. Nyamuk ini dikenal juga dengan istilah nyamuk hutan dan hidup di negara tropis dan subtropis. Warna tubuhnya pun khas, yaitu belang hitam putih. Karena belang, nyamuk tersebut juga sering disebut nyamuk macan. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes albopictus adalah demam kuningDBD, chikungunya, dan Zika. Ukuran nyamuk ini 2 – 10 mm. Nyamuk betina Aedes albopictus bertelur di air mengalir maupun air statis (genangan air). Mereka hanya terbang rendah (kurang dari 200 meter). Karena itulah, mereka hanya terbang tak jauh dari tempat mereka bertelur.

5. Mansonia Uniformes (Nyamuk Tanaman Air)

Foto : shutterstock

Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk yang suka berkembang biak di tanaman air ini adalah filariasis. Hewan ini biasanya hidup di daerah pedesaan dan area pertanian (karena paling banyak memiliki tanaman air). Selain itu, larva nyamuk Mansonia akan mengambil oksigen dari tanaman air di sekitarnya.

Cara Mencegah Gigitan Nyamuk

  1. Gunakan losion antinyamuk yang mengandung Diethyl-meta-toluamide (DEET), picaridin, atau IR3535 (Anda bisa baca di kemasannya). 
  2. Gunakan pakaian lengan panjang, celana, atau rok panjang serta kaus kaki saat sedang berada di luar ruangan, khususnya area yang kira-kira banyak nyamuk.
  3. Pasang alat pembasmi nyamuk elektrik di rumah jika ada. Jika tak ada, Anda bisa menanam tanaman antinyamuk, seperti lavender, serai, atau geranium.
  4. Hindari aktivitas di luar ruangan saat hari mulai gelap (sore menjelang malam). Malam merupakan waktu nyamuk “beredar”.
  5. Lakukan 3M (menutup tempat penampungan air, mengubur sampah atau barang bekas, dan menguras tempat penampungan air) untuk mengurangi perkembangbiakan nyamuk.
  6. Taburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang sudah dibersihkan.
  7. Dan pasang kasa nyamuk pada lubang ventilasi. Jika ada kelambu, Anda dan si Kecil bisa tidur dengan kelambu. 


Referensi   :

https://www.sehatq.com/artikel/pentingnya-mengenal-jenis-nyamuk-dan-bahayanya

https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/info-sehat/jenis-nyamuk-dan-bahayanya/

https://www.99.co/blog/indonesia/jenis-nyamuk-yang-berbahaya/

32 komentar:

  1. Bermanfaat banget kak, terimakasih.

    BalasHapus
  2. Thanks kak infonya sangat membantu 🙂

    BalasHapus
  3. Terimakasih sangat bermanfaat bgt kak

    BalasHapus
  4. Terimakasih sangat bermanfaat bgt kak

    BalasHapus
  5. Terimakasih informasinya, sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  6. Sangat membantu,terimakasih infonya☺️

    BalasHapus
  7. bermanfaat banget ini mah rumahku banyak nyamuk akhir akhir ini

    BalasHapus
  8. mengapa rumah saya masih banyak nyamuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau rumah anda banyak nyamuk jangan lupa cara pencegahannya ya agar terhindar dari bahaya akibat dari gigitan nyamuk. Mungkin tempat tinggalnya banyak tanaman dan agak kurang rapi. Karena kondisi lingkungan yang kurang bersih akan menjadi tempat sarang nyamuk.

      Hapus
  9. Terimakasih. Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  10. Terima kasih infonya,sangat bermanfaat

    BalasHapus

Postingan Lain